aringendut.blogspot.com

PUISI “ RINTIHAN BOCAH”

RINTIHAN BOCAH


 


 

Nafasku meleleh cair

Kadang bila terdengar sejuta getir

Melanda pendirian layu terhilir

Bagai juta pedang

Meluncur deras tersendat

Di kaki leher mengerat

Jadi mayat

Dan nama terpahat

Di liang lahat


 

Bisakah nanti bunga mengelus

Merayap jadi intan

Di mata Tuhan

Ataukah api yang terpejam

Kan terbelalak dating


 

Oh . . . Tuhan

Kasihani mereka

Lengkingan meliuk – liuk

Merobek telinga

Jerit rintih terlilit

Menjemput syaraf

Air mata darah mengucur

Tertoreh peda ganasnya buana

Ulah Tuhan yang kuasa



0 Komentar untuk "PUISI “ RINTIHAN BOCAH”"

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID ARINGENDUT »

Back To Top