aringendut.blogspot.com

PUISI “BIAR”

BIAR


 

Daun – daun muda usia

Telah rapuh terpangkas arus waktu

Di tanah tinggi cokelat menjurang

Di antara bentangan garis – garis alam lama

Merindukan cantiknya malam purnama

Dan angkuhnya sengit matahari


 

Biarkan kami mengalir

Membasahi tebing – tebing terjal

Mencengkeram pusat jagat terang

Menembus kulit jangat bumi

Biarkan kami mengalir

Di antara gelombang sesak nafas

Di antara parau serak riak pita suara

Biarkan kami mengalir

Mengalir . . . mengalir . . . mengalir



0 Komentar untuk "PUISI “BIAR”"

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID ARINGENDUT »

Back To Top